Optimalisasi Data Kependudukan Jadi Kunci Pembangunan Berau : RDK Dan SiPERINDU Didorong Berfungsi di Seluruh Kampung
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Pemerintah Kabupaten Berau melalui DPPKBP3A resmi membuka Orientasi Pengelolaan Rumah Data Kependudukan dan Sosialisasi Sistem Informasi Peringatan Dini Pengendalian Penduduk (SiPERINDU) 2025, Selasa (9/12/2025) di Ruang Rapat Sangalaki. Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat basis data mikro kependudukan di seluruh kampung dan kelurahan.
Mewakili Bupati
Berau, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Rusnan Hefni, menegaskan
bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari regulasi nasional terkait
pengendalian penduduk. Ia menyebut, keberadaan data yang akurat sangat
diperlukan dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
“Rumah Data
Kependudukan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah untuk mengetahui
kondisi, potensi, dan persoalan penduduk di setiap wilayah. Dengan data yang
kuat, kebijakan bisa lebih akurat dan berdampak,” ujar Rusnan.
Ia juga menekankan
bahwa SiPERINDU berfungsi sebagai alat deteksi dini terhadap potensi masalah
kependudukan, sehingga pemerintah dapat merespons cepat dan tepat dalam
perencanaan program. Kepala DPPKBP3A Berau, Rabiatul Islamiah, mengungkapkan
bahwa ketersediaan Rumah Data Kependudukan (RDK) di Berau masih belum optimal.
Dari 100 kampung dan 10 kelurahan, baru 29 yang memiliki RDK aktif.
“Kami berharap para
kepala kampung dan kelurahan dapat menyediakan ruang khusus untuk Rumah Data.
Keberadaannya sangat penting sebagai pusat data mikro yang lengkap, terkini,
dan bisa dipertanggungjawabkan,” jelas Rabiatul.
Dalam penjelasannya
Rabiatul mengatakan bahwa RDK tidak hanya memuat jumlah penduduk, tetapi juga
informasi sosial seperti status pendidikan anak, kondisi keluarga, hingga
isu-isu sosial yang membutuhkan intervensi.
Melalui kegiatan
orientasi ini, DPPKBP3A menargetkan peningkatan kapasitas kader Rumah Dataku,
peningkatan kualitas data, serta ditemukannya isu prioritas di tiap kampung
melalui analisis data. Rabiatul menekankan bahwa keberadaan data mikro sangat
krusial dalam pembangunan kampung berbasis kebutuhan nyata masyarakat.
Dalam kesempatan itu,
ia juga menyisipkan pesan penting terkait kasus kekerasan yang terjadi di
Kecamatan Tabalar. Pihaknya tengah melakukan pendampingan kepada keluarga
korban dan mengimbau masyarakat agar waspada terhadap konten serta perilaku
yang berpotensi memicu kekerasan.
“Kami mengingatkan
masyarakat untuk saling menjaga, peka terhadap hal-hal yang janggal, dan segera
melapor jika menemukan kasus kekerasan,” tegasnya.
Pelaporan dapat
dilakukan melalui Sahabat Perempuan dan Anak 129, DPPPA, kepolisian, maupun
perangkat kecamatan. Kegiatan diikuti oleh 55 ketua dan pengelola Rumah Dataku,
17 PKB, serta perwakilan kecamatan dari Tanjung Redeb, Segah, Biduk-Biduk,
Sambaliung, Talisayan, Biatan, Tabalar, hingga Tanjung Batu. Pemkab berharap,
melalui konsolidasi data dan sistem yang terintegrasi seperti SiPERINDU, Berau
dapat mempercepat pembangunan yang berbasis bukti serta meningkatkan kualitas
sumber daya manusia. (sep/FN)